TRIANGLE LOVES – FINAL PART !

FINAL PART

[Yoona Part]

BRAK!!

Aku membuka pintu ruangan Junho. Junho hanya dibantu alat pernapasan saja. Dengan dilepasnya beberapa alat yang mengerikan itu, Junho tampak terlihat lebih baik. Di dalam ada dokter dan orangtua Junho serta Khun dan Taec Oppa.

“Ah, Yoona. Kemari..” Khun memanggilku.

Aku menghampiri Khun yang berdiri di samping ibu Junho. Khun menjelaskan kepada ibu dan saudara Junho mengenaiku. Aku tidak terlalu mendengarkan apa yang dikatakan Khun, aku langsung bertanya pada dokter mengenai keadaan Junho.

“Bagaimana keadaan Junho,Dok?”

“Dia sudah jauh lebih baik. Tadi terlihat mulutnya bergerak dan diikut gerak jarinya. Sepertinya ia sudah sadar, hanya belum bisa membuka matanya. Kita tinggal menunggu saja. Mungkin bisa diajak ngobrol dan ditaruh beberapa tetes air minum di mulutnya untuk merangsang perkembangannya.”

Khun pergi menyingkir dari sampingku. Ibu Junho memegang lenganku ketika dilihatnya aku menangis dengan keras.

“Junhoo-aah… Junho.. Saranghe Oppa..”

“Sabar Yoona.. Junho pasti akan sadar ya,Nak.” Ibu Junho memegangku dari belakang.

Aku  mengangguk dan melap airmataku. Aku mundur beberapa langkah ke belakang, menyilakan keluarga Junho untuk memandang anaknya itu. Khun hyung dari belakang menepuk-nepuk bahuku.

“Kamu temani saja Junho hari ini. Ajak ngobrol terus.”

Aku mengangguk. Pasti. Pasti akan kutemani.

Sekitar dua jam, aku ikut menunggu Junho di ruangan itu dikala orangtuanya sedang mengajak ngobrol. Terkadang, Taec oppa atau Junsu oppa datang menengok keadaan Junho. Bahkan Chansung pun sempat datang ke sana dengan kursi roda karena kakinya masih lemas untuk berjalan akibat benturan yang keras di tulang betisnya.

“Yoona..” Ibu Junho duduk di sebelahku.

“Ya…Ada apa Bu?”

Ibu Junho membelai rambutku,”Junho benar. Kamu gadis yang cantik dan baik hati.”

Aku tersenyum,”Junho mengatakan itu?”

“Ya.. Junho selalu bercerita tentangmu pada Ibu. Dia bilang, dia menemukan gadis yang ia cintai dan ia yakin suatu saat nanti ia bisa bersatu dengan gadis itu.”

Aku malu mendengar pengakuan ibu Junho.

“Awalnya ibu tidak percaya ada gadis baik hati dan cantik yang mau sama dia, berhubung Junho itu kadang suka kekanak-kanakan. Sampai-sampai ibu menyuruh Min untuk melihatmu seperti apa.”

Aku mengangguk-angguk saja.

“Yoona.. Ibu titipkan Junho padamu ya. Belum pernah ibu lihat dia mencintai seorang gadis seserius ini. Bahkan ia sampai meminta cincin perkawinan ibu seminggu yang lalu, katanya mau diberikan padamu ketika hari ulangtahunnya tiba. Sepertinya ia mau melamarmu.”

“Cincin?”

“Ya.. Sudahkah diberikannya padamu?”

Aku menggeleng. Cincin apa maksudnya? Tunggu. Hari ulangtahunnya? Bukankah itu sehari sebelum Junho pingsan? Hari dimana ia mengajakku keluar untuk menemaninya tapi kutolak? Jadi di hari itu, ia mau…

“Ahh.. anak itu. Selalu lupa kalau masalah beginian. Biarlah, yang pasti Junho itu benar-benar serius mencintaimu,Nak Yoona.”

Aku terharu mendengar pernyataan ibu Junho. Ternyata selama ini Junho tidak pernah bermaksud melepaskanku. Junho hanya takut ketika umurnya habis, aku akan menderita. Dasar bodoh. Aku malah lebih menderita seperti ini kan.

“Ma. Ayo pulang. Sudah malam. Sebaiknya kita beristirahat, biar besok bisa kembali.”

Aku mengangguk,”Iya, Bu, Baiknya bapak ibu pulang saja. Biar aku yang jaga Junho.”

“Baiklah,Yoona. Ibu titip Junho padamu ya.”

Kedua orangtua Junho keluar dari ruangan. Hanya tinggal aku dan Junho. Aku menarik kursi ke sebelah tempat tidur Junho. Kupegang tangannya yang sebelah kiri dengan erat. Aku berharap tangan kiri ini bisa ikut membalas pegangan tanganku.

 

“Junho… Cepatlah sadar. Banyak hal yang mau kuungkapkan. Aku benar-benar mencintaimu. Aku baru sadar ketika aku hampir kehilanganmu.”

“Begitu banyak yang harus kita lakukan.. Yang harus kita ungkapkan dan akui. Aku belum sempat bilang maaf karena pernah hampir mengkhianatimu dengan Chansung…” Airmata mulai menetes kembali.

“Junho.. Ingat tidak waktu kamu membuatkanku chocolate cheese cake? Kamu memasukkan white chocolate padahal yang aku suka adalah dark chocolate. Terus aku ngambek sama kamu , gak mau makan cake buatanmu, sampai kamu menghabiskan semuanya..”

“Oh iya, terus kamu ingat gak waktu hari jadi kita, kamu datang bawa kue, terus kita makan bareng, lalu dansa, tapi kamu malah nginjek kaki aku berkali-kali sampai akhirnya aku gak mau nari lagi dan duduk di meja bar. Lalu kamu merayuku dari belakang dan memelukku dari belakang..?”

 

“Hemm Terus inget gak waktu aku lagi gak mood, kamu malah ajak aku nari, terus aku diem aja jutek. Sampe kamu kebingungan mau buat apa. Inget gak?”

 

 

“Junhooo..” Aku menggoyangkan tangannya. “Junhoo… Bangun donk Junho..”

“Junho.. Aku rindu mendengar suaramu… Aku rindu mendengar kamu bilang ‘Yooonaaa-ah’ dengan aegyomu.”

Aku mencium tangannya, “Junho.. Saranghe..Saranghe Junho..”

Aku menunduk di atas kasurnya karena mataku mulai terasa berat karena menangis. Tiba-tiba saja seperti ada yang meraba kepalaku. Mungkin perasaanku saja. Tapi kepalaku terus merasakan ada belaian lembut dari sebuah tangan. Aku langsung mendongakkan kepalaku, kulihat mata Junho terbuka dan tangannya berusaha menggengam tanganku.

“Juu… Junho??”

Kudekatkan mukaku ke mukanya, kulihat dengan jelas matanya telah terbuka dan mulutnya berusaha mengucapkan sesuatu dari balik alat pernapasannya. Tangannya memegang mukaku dan melap airmataku yang jatuh membasahi pipiku.

“Junho, kamu sudah sadar…?”

Aku langsung menekan tombol panggilan untuk suster. Ketika suster itu datang aku langsung menjelaskan keadaan Junho. Sembari dokter dan suster memeriksa keadaan Junho, aku berlari ke kamar Chansung.

“Chansung!!” kubuka pintu kamarnya.

“Ah, Yoona, ada apa?” Tanya Wooyoung yang sedang menjaga Chansung. Chansung pun ikut menoleh dari tempat tidurnya.

“Junho sudah sadar!!”

“Apaa???” Chansung dan Wooyoung serempak.

“Iya, barusan ia membuka mata dan memanggil namaku. Junho sadar!!”

Wooyoung melompat girang dan memelukku, “Junho sadar! Junho sadar!!”

“Wooyoung-ah!” Chansung berteriak dari tempat tidurnya.

“Ooops.. Sorry Yoona, terlalu bahagia. Junho dimana?” Tanya Wooyoung.

“Di kamarnya lah ya… Baru juga sadar gak mungkin kemana-mana kan?”

Wooyoung tertawa lalu segera berlari ke luar kamar. Aku dan Chansung hanya bisa tertawa melihatnya.

“Yoona,kamu pasti bahagia sekali kan?”

Aku mengangguk dan tersenyum,”Sangat sangat bahagia, Chansung..”

“Cepat kembali ke kamarnya, akui perasaanmu, sebelum semuanya terlambat…”

Aku kembali mengangguk, namun sebelum kembali, aku memeluk Chansung dengan erat,”Gomawo, Oppa….”

Chansung menepuk-nepuk bahuku. Aku melepaskan pelukanku lalu kembali ke kamar Junho. Kulihat Junho sudah bisa berbicara walau masih perlahan. Alat pernafasannya juga sudah diganti dengan yang kecil. Ia terlihat lebih sehat ketika rambutnya sudah dirapikan dan mukanya sudah dibersihkan oleh suster. Wooyoung masih heboh memandangi Junho dan tidak berhenti-henti memeluk Junho.

Ketika aku berjalan masuk, Junho melihat kearahku dan tersenyum. Tanganya terulur memanggilku.

“Aah… pasti mau mesra-mesra deh ini..” Wooyoun langsung menyingkir.

“Sirik.. aja.. kamu.. Wooyoung.. Sana deh… Ke kamar.. Chansung.. aja. Aku.. mau.. berduaan sama.. Yoona.. Udah.. Kangen tahu..” ucap Junho terbata-bata.

“Ne, ne.. Araso. Aku pergi ya.”

“Salam buat.. Chansung..” ucap Junho sambil melambaikan tangan.

Seperginya Chansung, aku duduk di sebelah Junho. Tidak ada kata yang bisa kuungkapkan untuk berkata betapa bahagianya aku bisa melihat Junho sadar dan terlihat sehat seperti ini.

“Aku bermimpi,Yoona…”

“Mimpi apa, Oppa?”

“Mimpi kamu..”

“He?”

“Aku… Aku.. Mimpi.. Kamu bilang kamu cinta aku.. Kamu menangisi aku.. Kamu gak mau aku pergi..”

“Geer banget kamu, Oppa.”

“Oh.. Jadi salah ya?” Junho mengangguk-angguk.

“Eh, lalu kalau salah.. Kenapa kamu tadi ada… disini?” Tanya Junho.

“Soalnya gak ada yang temenin kamu. Makanya aku yang nungguin..”

“OOhh… Tapi.. Kata Wooyoung, kamu nungguin aku.. dari pagi..”

“Aaah.. Oppa kayak gak tahu Wooyoung aja, dia kan suka bercanda…”

“Oooh.. oke..”

“Gimana perasaanmu,Oppa?” tanyaku sambil memegang tangannya.

Junho terlihat kaget aku memegang tangannya,”Sudah lebih baik.. Rasa sakit kepalaku sudah mendingan…”

Aku mengangguk.

“Yoona.. Chansung sudah baikan kan?”

Aku mengangguk.

“Baguslah. Aku dengar dari Wooyoung, katanya Chansung kecelakaan di hari yang sama ya..”

“Iya, Oppa. Tapi lukanya ga berat.. Hanya benturan keras di kaki dan yaa… lehernya agak patah sih..”

Junho mengangguk.

“Kamu tidak menanyai kabarku?”

Junho tertawa kecil,” Kabarmu bagaimana?”

“Baik sekali dan sangat bahagia.”

“Oh ya? Ada berita apa?”

“Mau tau?”

Junho mengangguk.

Aku menyuruh Junho mendekat seolah-olah ingin membisikkan sesuatu di telinganya. Junho pun mendekatkan telinganya padaku. Aku pura-pura membisikkan sesuatu,”Karena…..”

Cup! Aku mencium pipinya.

“Yoonaa-ah..” Junho memegang pipi kanannya.

“Karena orang yang kucintai akhirnya sadar dari tidurnya yang panjang. Itu yang membuat aku bahagia. Itu tandanya, aku gak perlu kuatir lagi akan kehilangan orang yang kucintai.”

Junho tercengang,”Cintai? Aku maksudnya?”

Aku mengangguk,”Iyalah Oppaaaaa. Siapa lagi?”

“Kamu mencintai aku? Bukannya kamu… Chansung…?”

Aku menggeleng,kupegang mukanya dengan kedua tanganku,”Listen carefully. Im deeply madly fallin in love with you, Lee Junho..”

Junho tersenyum bahagia. Matanya tampak berair tapi ia berusaha menahan agar airmatanya tidak terjatuh. Junho memegang leherku. Ia mendekatkan mukaku ke mukanya, lalu perlahan ia mencium bibirku.

 

“WWWOAAAAAAA….!!!! OMOOOOOOOO!!! LEE JUNHOOOOO!!”

Aku dan Junho kaget mendengar teriakan itu. Kami berdua melihat kearah teriakan dan mendapati Wooyoun, Khun, Junsu, Taec, Chansung  dengan kursi rodanya yang dibawa Min berada disitu.

“Aaaahh.. Happily Ever after!” teriak Wooyoung.

“Congratulation and celebration, nanannana.. nanannaa..” Junsu hyung bernyanyi-nyanyi.

“Aah.. Gamsahamnida.” Ucap Junho sambil menggandeng tanganku.

Chansung mendekat ke arah kami . Min yang membantu Chansung dengan kursi rodanya.

“Chansung-ah.. Kamu sudah.. Sehat kan?” Tanya Junho.

“Ya.. Junho, jangan buat Yoona menangis lagi ya. Dia sudah tiga hari gak makan dan gak tidur karena menunggumu sadar.”

“Ahh.. Jinjja??” Tanya Junho.

Aku menyentil lengan Chansung, mukaku memerah.

“Hey, Min. Apa kabar?”

Min tersenyum,”Baik Oppa.”

Cih. Oppa? Kok dia  centil sekali. Apa dia tidak tahu Junho sudah milikku?

“Bagaimana dengan Chansung?” Tanya Junho.

“Oppa!”

“Eeee… Ada apa? Kok ada hubungan denganku?” Tanya Chansung tiba-tiba.

“Min masih menyayangimu Chansung. Semenjak kalian putus, dia selalu menghubungiku untuk menanyai kabarmu.”

“Oppa!” Kulihat muka Min memerah.

“Oh ya, dan kau ingat ada kotak hadiah yang tidak ada nama pengirimnya? Bukan dari kami juga bukan dari Yoona.”

Chansung mencoba mengingat, “Aahhh.. Ya aku ingat. Ada apa dengan itu?”

“Itu dari Min sebenarnya. Tapi dia tidak berani memberikan langsung.”

“Aaaah… Jadi Min…”

“Oppa! Sudah hentikan..”

“Wah rupanya kamu dan Min saling kenal ya?” tanyaku penasaran.

“Iya. Min kan saudara sepupuku.” Jawab Junho sambil menyenderkan dagunya di bahuku

“Ha? Sepupu?”

“Loh, kamu tidak tahu Yoona? “ Tanya Taec.

Aku menggeleng.

“Ooh pantes, pas Min kasih jus leci ke aku, muka kamu langsung jutek….” Canda Junho.

“Apa sih.. Geer deh.” Jawabku malu-malu.

“Oh iya Chans, waktu ayahmu meninggal. Min sebenarnya datang, tapi ia tidak berani menghampirimu.” Sebut Junho lagi.

“Masa? Yang benar Min?” Tanya Chansung kepada Min.

“Gak tahu ah!”

“Ah.. Min malu-malu. Padahal waktu kamu kecelakaan, Min seharian nungguin kamu di ruangan loh. Sayangnya pas kamu sadar, Min lagi ada recording di radio. Tapi hampir setiap jam dia nelpon aku untuk Tanya keadaanmu,Chansung.” Tambah Wooyoung.

“Oppaaaaa… “ Min memelas, mukanya memera malu.

Chansung tertawa,”Sudahlah Min, akui saja, kalau kamu masih menyayangiku. Ternyata aku tipe yang susah dilupakan ya?”

“Geer!” Min menjitak kepala Chansung.

“Aduh.. Aduuh… Leherku bunyi, sakit… Aaaww Aaaaw!!” Chansung berteriak kesakitan.

“Chansung-ah!!” Wooyoung, Taec, Khun,Junsu,Junho kompak meneriakkan namanya.

“Ahh.. Oppa. Maaf, maaf, dimana yang sakit..?” Min langsung menunduk mengecek leher Chansung.

“Disini, disini..” Chansung menunjuk leher tengahnya dekat tenggorokan.

“Mana, coba Min lihat.”

Min mendekatkan mukanya, tiba-tiba saja Chansung dengan cepat mencium kening Min. Cup *

“Wahahahhahaa.. Chansung !!” Wooyoun tertawa melihat tingkah Chansung.

Min memegang keningnya dan mukanya memerah. Ia mau memukul Chansung, tapi ditahan oleh Chansung,”Katanya sayang tapi kok malah mukul? Kamu mau aku tiba-tiba ga sadar kayak Junho baru mau ngakuin perasaanmu?”

“Oppa.. Udah ah, aku malu..”

“Iya bercanda kok,Baby.” Chansung tersenyum.

“Wooooo chansung!” Junho teriak.

“Wah sepertinya semua sudah kembali seperti biasa ya. Junho dengan Yoona semoga awet terus. Min dan Chansung jangan berantem terus. Pokoknya pulang dari rumah sakit kita harus party merayakan kepulangan Chansung dan Junho!” seru Khun hyung.

“Dan satu lagi….” Tambah Junho.

“Apa?” tanyaku.

Junho melihat ke arah Khun, Khun menghampiri Junho dan memberikan sesuatu kepadanya.

“Would you marry me?” Junho memberikan sebuah cincin yang sangat manis.

Aku terharu hingga meneteskan air mata lalu mengangguk. Junho memakaikan cincin itu lalu mencium keningku. Semua bersorak-sorai sampai akhirnya suster datang memarahi kami semua karena terlalu berisik. Akhirnya Junho meminta Khun hyung untuk mengantarku sampai apartemenku.  Dan kembali menjemput pagi. Wooyoung bertugas menemani Chansung, dan Junsu menemani Junho, sedangkan Taec mengantarkan Min ke dorm nya. Hari ini aku sungguh bahagia, karena Junho sadar dan kami bisa bersatu kembali. Begitu juga dengan sahabatku Chansung yang sudah sembuh dan menemukan seseorang yang benar-benar tulus menyayanginya. Kebahagiaan ini harus kujaga terus sampai pada saat kesudahannya.. Terima kasih Tuhan!

 

 

 

 

4 thoughts on “TRIANGLE LOVES – FINAL PART !

  1. aku kira bakal SAD ENDING , ternyata HAPPY ENDING ! Aaaa senang nya🙂 ceritanya seru yah🙂

  2. Aahhh mimin! So sweet! Aku ngakak pas baca bagian akhirnya. Itu chan jail bgt. Haha. Ohhh junoo, andaikan aku yoona *eh *digampar khun*

  3. Ahahahah, akhirnya Chansung jadi lagi ama Minjae, ckckck bagus dah😄
    bkin lagi dong khusus tentang kisah cinta Chansung!😄

  4. Putree_Oncriit

    Hmmmm… Padahal q ngefans bgt sama ChanHo (Chansung & JunHo) Maknae Couple..
    hehehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s