TRIANGLE LOVES – [BAB 5]

–dua bulan kemudian—
[Yoona part]
Sudah dua bulan semenjak aku putus dengan Junho. Aku tidak tahu mengapa tiba-tiba dia meminta putus seperti itu secara sepihak. Tidak sedikitpun dia membiarkanku untuk menjelaskan sesuatu. Mungkin aku juga salah, karena ketika ia datang aku malah bersikap jutek dan menyebut nama ‘Chansung’. Namun jujur, aku sendiri masih bimbang dengan perasaanku. Apakah kepada Chansung atau kepada Junho , hatiku terpaut? Kedua-duanya begitu penting bagiku,tapi aku tidak boleh egois juga.
Sejak kejadian itu, Chansung langsung memberitahuku bahwa Junho dengan terang-terangan ‘menyerahkanku’ kepadanya. Chansung pun tanpa segan-segan, malah mendekatiku. Hampir setiap hari ia menelpon dan memperhatikanku. Seharusnya aku senang – ya memang aku senang karena sahabatku itu telah kembali membaik seperti dulu , tidak lagi dingin padaku – tapi mengapa aku merasa ada sesuatu yang hilang.
Junho juga masih baik padaku. Jika aku menanyakan kabar, ia masih mau menjawab, walaupun dengan singkat. Junho juga masih mau terkadang menemaniku apabila Chansung sedang sibuk dan tidak bisa bersamaku. Tetapi kali ini berbeda, Junho tidak banyak berbicara – ia lebih banyak diam dan bengong ketika menemaniku. Junho sedikit berbeda dari yang biasanya, ketika sedang kumpul bersama, ia suka kedapatan melamun. Junho juga terlihat kurusan dan sedikit pucat. Aneh. Aku merindukan Junho yang dulu.
“Yoona? Sudah siap?”
Aku menoleh ke pintu kamarku. Aku tersenyum dan mengangguk. Kuambil task u dari atas tempat tidur dan segera keluar dari kamar.
“Aku sudah janji pada Junho untuk tidak datang telat.”
“Iya, maaf Channie. Tadi hadiah untuk Junho ketinggalan.” Aku menggandeng lengannya. Kami berjalan keluar dari apartemenku menuju parkiran mobil.
Chansung tersenyum dan melirik ke arahku,”Hadiah? Nah ya! Kamu masih menyimpan perasaan sama Junho?”
Aku mencubit pinggangnya
“Auuch! Yoona!”
“Makanya kalau ngomong jangan yang aneh-aneh.”
“Jadi kamu udah gak ada perasaan apa-apa lagi sama Junho?” Chansung melanjutkan.
“Gak tahu.”
Chansung melihat ke arahku lalu tersenyum,”Yang pasti, aku akan membahagiakanmu, Yoona. Aku janji.”
“Caranya?”
Chansung berhenti lalu tiba-tiba mengecup bibirku dengan cepat.
“Chansung-ah!!!!” Chansung langsung berlari ke mobilnya sambil tertawa.
Sesampainya di mobil,Chansung hanya senyum-senyum sambil terus memegang tanganku. Semenjak aku dan Junho putus, Chansung memang mendekatiku. Dan Chansung terlihat bahagia sekali. Tapi, apakah aku merasakan kebahagiaan yang Chansung rasakan juga?
Saat ini kami menuju sebuah restaurant untuk menghadiri acara Launching album solo Junho yang pertama. Dua bulan yang lalu, seminggu setelah kami putus, Junho mengumumkan bahwa ia akan membuat album solo. Lagu-lagunya adalah karangan dirinya sendiri. Hal ini bukan tiba-tiba, karena sebenarnya, album solo ini telah dirancang sejak lama. Junho mengirimkan undangan untukku melalui Chansung. Semua anggota datang ke acara ini, dan juga pers serta beberapa fans yang memenangkan kuis.
Mobil Chansung berhenti di depan restaurant sederhana berdesain garden . Kulihat dari luar, acara sepertinya sudah mulai. Chansung menyerahkan kunci mobil kepada valet,lalu segera menggandeng tanganku untuk masuk. Begitu kami masuk, Junho sedang di wawancara oleh MC. Malam itu Junho terlihat berbeda. Mukanya terlihat bahagia tapi matanya seperti memancarkan kepedihan. Bibirnya terlihat pucat. Ia juga mengenakan setelan pakaian winter. Jas hitamnya dipadukan dengan syal merah yang tebal dan topi hitam. Dan setahuku, dia tidak pernah menggunakan kacamata tapi malam ini dia menggunakan kacamata.

“Ah.. Itu dia Khun hyung. Yuk kesana.” Chansung menarik tanganku.
Kami mendatangi Khun Oppa dan yang lainnya. Meja itu berada persis di depan stage dan dengan sangat jelas aku bisa melihat Junho dengan suasana yang berbeda, entah apa.
MC pun melanjutkan bertanya, “ Kalau boleh tahu, ini semua lagu ciptaan Junho sendiri?”
Junho pun tersenyum ,” Ada beberapa lagu ciptaan dari produser dan teman saya. Jadi dari sepuluh lagu ada 6 lagu ciptaan saya sendiri.”
“Wah, hebat sekali ya. Masih muda tapi sudah bisa menciptakan 6 buah lagu dan yang pasti lagunya keren banget!”
Junho tertawa,”Ah, terima kasih.”
“Nah, ini yang bikin penasaran, biasanya Junho dan teman-teman selalu menyanyikan lagu yang upbeat yang bisa membuat orang menari gitu kalau dengar lagunya, tapi kok ini kalau diamati di album solonya, alirannya malah berubah jadi ballad-acapella?”
Semua fans yang hadir disitu pun ikut ricuh. Junho tertawa lalu berusaha menjawab,”Ehm.. Sebenarnya gak ada alasan khusus sih. Kemarin diskusi dengan produsernya dan ternyata aku cocok untuk jenis music yang seperti ini, makanya dicoba saja.”
“Berarti kamu bisa nyanyi semua tipe lagu ya? Hahaha.. Trus, lagu pertama yang udah jadi hit dimana-mana, padahal baru beberapa minggu keluar, itu sepertinya kok dalam sekali gitu ya artinya. Itu perasaan sesungguhnya atau fakta, atau bagaimana?”
Terdengar suara fans dibelakang tampak gaduh dan ricuh mendengar pertanyaan itu. Junho pun hanya tersenyum, lalu MC kembali memancing dan memaksa Junho untuk menjawab.
“Yoona. Udah dengar lagu yang dimaksud?” Wooyoung membisikkanku.
Aku menggeleng.
“Haish.. Kok bisa? Kamu gak punya TV di rumah?” Wooyoung menggeleng lalu meneguk minumannya.
“Emang lagunya kenapa,Oppa?” Giliranku yang membisikkan Wooyoung yang duduk di sebelah kananku.
“Sedih lagunya, dan Junho menyanyikannya sangat mendalami.” Wooyoung menekankan pada kata terakhir dan membuatku geli melihatnya.
“Jangan senyam-senyum Yoona. Coba kamu dengarkan, maka kamu akan tahu maksud si MC itu apa.”
Aku mengangguk. Junho sudah pada posisinya siap menyanyi. Sebuah dentingan piano mengalun dengan lembut. Junho melihat kea rah meja kami. Bukan. Tepatnya ke arahku, ke mataku.
“Mm…. Huu.. Kuingat kisah indah kita, /kau tersenyum dan tertawa/menghiasi hariiii..ku/ Walau hanya sbentar/ slalu kukenang kisah cintaaaa… kita./ Ingin kuberkata jangan pergi/ tapi ku tak kuasa. /Berulang kali kuyakinkan diriku/ bahwa itu keputusan yang baik/ Ketika kumelepasmu kepadanya/ aku mendesah tanpa jeda karena Hatiku suram./”
Wooyoung menyenggol lenganku tapi tidak kupedulikan. Aku masih cukup kaget akan lirik dari bait pertama. Di lirik kedua , aku semakin yakin bahwa lagu ini memang untukku.
“ Berusaha ku tuk kuat/ Berkata akan baik-baik saja/ Tetapi, stiap aku.. / berbalik ke wajahmu/lalu melihat hatiku sendiri/ aku mengerti/ aku tidak baik-baik saja/ aku sakit… sakit akan cintamu.”
Masuk ke bagian reff, aku semakin tersentak .
“Kuakui, walaupun aku berjalan maju/ langkah-langkahku menjadi lebih berat/ Trus aku berjalan, lebih berat rasanya/Dengan airmata, kukatakan/ku tidak bisa terus berjalan lagi/ aku tidak bisa meninggalkanmu/tertawa bersamanya, kasiihku…”
Mataku mulai berair. Aku menyadari apa yang dirasakan Junho saat ini. Tiba-tiba sebuah saputangan muncul di depan mukaku. Kulihat Chansung tanpa ekspresi membrikannya kepadaku dari sampingku.
“Bersikap seolah aku rela/padahal hatiku masih berharap /setitik perhatiaaaaanmu/Tapi kenyataan yang ada/membuka mataku/Aku harus bisa melepaskan diri dari segala nya/segala tentangmu,kasiiih…/”
“Kuakui, walaupun aku berjalan maju/ langkah-langkahku menjadi lebih berat/ Trus aku berjalan, lebih berat rasanya/Dengan airmata, kukatakan/ku tidak bisa terus berjalan lagi/ aku tidak bisa meninggalkanmu/tertawa bersamanya, kasiihku/ Dan sampai detikku berlalu/aku masih menantikanmu….meee..nantiiiii….kanmu. ”

One thought on “TRIANGLE LOVES – [BAB 5]

  1. Kyaaaa~ mewek bacanya ditunggu part selanjutnya semoga gk lama ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s